Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi

Suport Para guru menyaksikan pertunjukan teater

Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi

Bersama Para Kreator Seni Smanike

Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi

Adegan di depan Pos Kamling

Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi

Tim Kreatif penuh semangat

Senin, 01 Februari 2021

PANITIA PAMERAN SENI RUPA

 PANITIA PAMERAN SENI RUPA DI SEKOLAH


 

Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pameran agar berjalan dengan lancar perlu dibuat kepanitiaan dalam sebuah organisasi kepanitiaan pameran. Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi, dan kondisi sekolah. Umumnya struktur kepanitiaan sebuah pameran terdiri dari panitian inti dan dibantu dengan seksiseksi. Penyelenggaraan pameran seni rupa sekolah akan berjalan lancar bila ada pembagian tugas kepanitian yang jelas. Hal ini dilakukan agar masing- masing orang yang terlibat dalam kepanitiaan pameran memiliki rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Secara singkat, berikut ini pembagian tugas kepanitiaan dalam pemaran seni rupa.

 1.      Ketua

Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran. Ketua diharapkan dapat mencari jalan keluar untuk menyelesaikan berbagai masalah yang timbul sejak perencanaan hingga pelaksanaan pameran. Seorang ketua seyogianya memiliki sikap kepemimpinan yang tegas dan jujur yang disertai sifat sabar dan bijaksana penuh rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang telah menjadi garapannya. Dalam menjalankan tugasnya, seorang ketua harus mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, yang mendukung kegiatan pameran.

 2.      Wakil Ketua

Tugas sebagai wakil ketua adalah pendamping ketua, bertanggung jawab atas kepengurusan berbagai hal dan memperlancar kegiatan seksi- seksi, juga mengganti (melaksanakan) tugas ketua, apabila ketua berhalangan. Sebagai seorang wakil ketua, ia harus memiliki sikap tegas, jujur, sabar, serta memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan.

 3.      Sekretaris

Tugas pokok sekretaris dalam suatu kegiatan pameran atau suatu organisasi di antaranya menulis seluruh kegiatan panitia selama penyelenggaraan pameran. Pembuatan surat-surat pemberitahuan kepada kepala sekolah, orang tua, kepada Ka Dinas Pendidikan setempat, apabila pergelaran tersebut akan dilangsungkan di sekolah. Sedangkan apabila pameran tersebut akan diselenggarakan di luar sekolah, perlu ada surat izin dan dan pemberitahuan kepada instansi pemerintah yang berwewenang.  Tugas sekretaris lainnya adalah mengarsipkan surat-surat penting tersebut dan menyusunnya sesuai tanggal, waktu pengeluaran surat-surat tersebut secara cermat dan teratur. Selain itu, bersama ketua, membuat laporan kegiatan sebelum, sedang dan sesudah pergelaran berlangsung.

 4.      Bendahara

Seorang bendahara bertanggung jawab secara penuh tentang penggunaan, penyimpanan, dan penerimaan uang dana yang masuk sebagai biaya penyelenggaraan pameran. Bendahara harus juga dapat menyusun laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dan pengelolaan keuangan selama pameran berlangsung. Untuk itu bendahara memang harus betul-betul mereka yang memiliki sikap yang jujur, teliti, cermat, sabar, tidak boros, dan tidak lepas rasa tanggung jawab terhadap seluruh tugas yang dilaksanakannya. Selain susunan panitia inti di atas, seksi-seksi pun dibentuk sebagai penunjang pelaksanaan pameran, di antaranya:

 5.      Seksi Usaha.

Seksi ini berkewajiban membantu Ketua dalam pencarian dana atau sumbangan dari berbagai pihak, untuk menutupi biaya pameran. Beberapa usaha untuk memperoleh dana, misalnya dari iuran peserta pameran, sumbangan dari siswa secara kolektif, sumbangan dari donatur atau para simpatisan terhadap diselenggarakannya pameran, baik berupa uang atau barang yang sangat diperlukan dalam penyelenggraan kegiatan

  

6.      Seksi Publikasi dan Dokumentasi

Seksi publikasi bertugas sebagai juru penerang kepada umum melalui berbagai media, seperti dengan surat-surat pemberitahuan, spanduk kegiatan, pembuatan poster pameran, katalog, undangan, dan sebagainya. Apabila dalam masalah pemberitahun tersebut ternyata memerlukan surat-surat izin dapat berhubungan dengan sekertaris penyelenggaraan pameran. Seksi publikasi juga bertugas untuk membuat laporan dokumentasi pameran, dengan jalan mengumpulkan hasil pemotretan tentang kegiatan dari awal sampai selesai (berakhir), dokumentasi pameran ini sangat penting sebagai tolok ukur dan wawasan di masa mendatang.

 7.      Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang

Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran bertugas mengatur tata ruang pameran. Seksi ini selain bertugas untuk menghias ruang pameran juga bertugas mengatur denah dan penempatan karya yang dipamerkan. Dalam penataan ruang pameran Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a.      Pengaturan benda-benda yang dipajang tergantung di dinding ruangan berupa lukisan, jangan sampai dicampur atau satu tempat dengan benda-benda kerajinan lain yang dipajang di meja pameran, bila mungkin diusahakan gelar ruangan yang terpisah.

b.      Penataan benda-benda untuk mengarahkan pengunjung agar dapat berkonsentrasi waktu menonton dan melihat berbagai barang (karya) yang dipamerkan.

c.       Pemberian hiasan dekorasi ruangan diharapkan tidak berlebihan sehingga mengganggu penikmatan karya yang dipamerkan.

d.      Pengaturan jalan masuk dalam ruang pameran sesuai dengan keinginan karya mana yang diharapkan dilihat pertama kali dan karya mana yang diharapkan dilihat terakhir kali.

e.      Penyertaan musik dan lagu sebagai pengantar dan pengisi suasana pameran bertujuan untuk membantu pengunjung pameran menikmati karya yang dipamerkan. Penyertaan music pengiring yang berlebihan dapat mengganggu pengunjung pameran sehingga tujuan apresiasi karya dapat tidak tercapai.

 

8.      Seksi Stand.

Seksi stand atau petugas stand adalah penjaga pameran yang bertugas menjaga kelancaran pameran, mengatur (mengarahkan) pengunjung mulai dari masuk sampai ke luar dari ruang pameran. Petugas penjaga stand diharapkan melayani para pengunjung secara ramah dan sopan membantu memberikan informasi tentangkarya-karya yang dipamerkan.

 9.      Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya

Karya yang akan dipamerkan dikumpulkan dan dipilih, dikategorikan sesuai dengan tema pameran yang ditentukan. Seksi pengumpulan dan seleksi karya bertugas melakukan pencataan dan pendataan karya (nama seniman, judul, tahun pembuatan, kelas, harga, dll) serta melakukan pemilihan karya yang akan dipamerka

 10.  Seksi Perlengkapan

Seksi Perlengkapan memiliki tugas untuk mengatur berbagai perlengkapan (alat dan fasilitas lain) yang penyelenggaraan pameran. Seksi ini bekerjasama dengan seksi dekorasi dan penataan ruang mempersiapkan tempat penyelenggaraan pameran serta berkordinasi secara khusus dengan seksi pengumpulan dan seleksi karya dalam pengumpulan dan pemilihan karya

 11.  Seksi Keamanan

Tugas seksi keamanan diataranya menjaga ketertiban dan keamanan lokasi pameran khususnya kemanan karya-karya yang dipamerka

 12.  Seksi Konsumsi

Saat pembukaan pameran umumnya disediakan kudapan atau hidangan bagi tamu undangan. Seksi Konsumsi bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi ketika pembukaan pameran tersebut. Seksi konsumsi juga bertanggung jawab menyediakan dan mengatur konsumsi dalam kegiatan kepanitian pameran

Demikian penjelasan singkat tentang panitia pameran seni rupa di sekolah. Selamat berkarya.

Senin, 25 Januari 2021

MERENCANAKAN PAMERAN SENI RUPA

 MERENCANAKAN PAMERAN SENI RUPA DI SEKOLAH

 Rencana sebuah pameran perlu dirancang secara sistematis dan logis agar pada waktu pelaksanaannya berjalan lancar. Tanpa perencanaan yang sistematis sebuah pameran tidak dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Pelajari tahapan umum dalam perencanaan penyelenggaran pameran seni rupa berikut ini

 1.       Menentukan Tujuan

Rencana sebuah pameran perlu dirancang secara sistematis dan logis agar pada waktu pelaksanaannya berjalan lancar. Tanpa perencanaan yang sistematis sebuah pameran tidak dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Pelajari tahapan umum dalam perencanaan penyelenggaran pameran seni rupa berikut ini.

                 Langkah awal yang harus diperhatikan dalam menyusun program pameran adalah menetapkan dulu tujuan pameran tersebut. Penyelenggaraan pameran dapat saja bertujuan untuk menggalang dana yang bersifat komersial, sosial atau kemanusiaan. Cobalah diskusikan dengan guru dan teman kalian tujuan penyelenggaraan yang paling tepat untuk kegiatan pameran dalam pekan seni akhir semester atau tahun ajaran yang akan datang.

 2.       Menentukan Tema Pameran

Tema pameran ditentukan setelah tujuan pameran dirumuskan. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai, dengan adanya tema dapat memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan. Setelah rumusan tujuan dan tema telah kita tetapkan, langkah berikutnya adalah menyusun kepanitiaan pameran

 3.       Menyusun Kepanitiaan.

Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pameran agar berjalan dengan lancar perlu dibuat kepanitiaan dalam sebuah organisasi kepanitiaan pameran. Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi, dan kondisi sekolah. Umumnya struktur kepanitiaan sebuah pameran terdiri dari panitian inti dan dibantu dengan seksiseksi. Penyelenggaraan pameran seni rupa sekolah akan berjalan lancar bila ada pembagian tugas kepanitian yang jelas. Hal ini dilakukan agar masing- masing orang yang terlibat dalam kepanitiaan pameran memiliki rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Pembagian tugas kepanitiaan dalam pameran seni rupa akan dibahas pada tampilan berikutnya.

 4.       Menentukan Waktu dan Tempat

Penentuan waktu pameran yang diselenggarakan bersamaan dengan pekan seni di sekolah biasanya dilakukan saat tidak ada kegiatan pembelajaran di kelas seperti pada akhir semester atau tahun ajaran menjelang hingga saat pembagian raport. Hal ini dimaksudkan agar penyelenggaraan pameran tidak mengganggu kegiatan belajar dan dapat diikuti serta disaksikan oleh segenap warga sekolah. Penentuan tempatnpameran disesuaikan dengan kondisi sekolah dan ukuran, jumlah serta karakteristik karya yang dipamerkan, apakah dilakukan di kelas, di aula, gedung serba guna, di halaman sekolah atau tempat lain diluar sekolah.

 

5.       Menyusun Agenda Kegiatan

Penyusunan agenda kegiatan penyelenggaraan pameran. Agenda kegiatan disusun dalam sebuah table dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu (biasanya dalam bulan, minggu dantanggal). Untuk lebih jelasnya, di bawah ini contoh agenda kegiatan. Agenda kegiatan dimaksudkan untuk memberikan kejelasan waktu pelaksanaan kepada semua fihak yang berkaitan dengan proses lain di luar sekolah.

 6.       Menyusun Proposan Kegiatan

Penyusunan proposal kegiatan sangat bermanfaat dalam kegiatan persiapan pameran. Proposal kegiatan dapat digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran. Selain itu, proposal ini juga dapat digunakan untuk mencari dana dari berbagai pihak (sponsorship) untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pameran. Secara umum sistematika isi proposal biasanya mencakup latar belakang, tema, nama kegiatan, landasan/dasar penyelenggaraan, tujuan kegiatan, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship, dan lain-lain.

Evaluasi :

1. Sebelum mengadakan pameran di sekolah perlu melaksanakan 6 tahapan perencanaan. Sebutkan 6 tahapan tersebut !

2. Tema pameran apakah yang sesuai dengan karya Seni Lukis yang sudah anda buat?

Senin, 18 Januari 2021

PAMERAN SENI RUPA


1. Konsep Dasar Pameran Seni Rupa

Pameran adalah salah satu bentuk penyajian karya seni rupa agar dapat berkomunikasi dengan pengunjung. Makna komunikasi di sini, berarti, karya-karya seni rupa yang dipajang tersaji dengan baik, sehingga para pemirsa dapat mengamatinya dengan nyaman untuk mendapatkan pengalaman estetis dan pemahaman nilainilai seni yang dipamerkan. Untuk itu, diperlukan pengetahuan manajemen tata pameran. Mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian untuk mencapai penyelenggaraan pameran yang baik.

 Pameran untuk tingkat sekolah dapat diselenggarakan setiap semester, atau paling tidak pada setiap awal tahun ajaran. Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan ide atau gagasan perupa kepada publik melalui media karya seninya. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi antaran perupa yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator. Hal ini sejalan dengan definisi yang diberikan Galeri Nasional bahwa: “Pengertian pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.” (http://www.galeri-nasional.or.id)

                                                         Gambar 01. Pameran Seni Lukis Sumber: dedoyxp.blogspot.co.id

 Penyelenggaraan pameran dalam konteks pembelajaran seni budaya bisa dilakukan baik di sekolah maupun di luar sekolah (masyarakat). Penyelenggaraan pameran di sekolah menyajikan materi pameran berupa hasil studi para siswa dari kegiatan pembelajaran kurikuler, dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada akhir semester atau akhir tahun ajaran. Sedangkan konteks pameran dalam arti luas, di masyarakat, materi pameran yang disajikan berupa berbagai jenis karya seni rupa untuk diapresiasi oleh masyarakat luas.

 

2. Tujuan, Manfaat, dan Fungsi Pameran

Sebagai makhluk yang berakal dan berbudi, setiap pekerjaan yang kita lakukan seharusnya memiliki tujuan dan manfaat yang diharapkan serta dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Dalam penyelenggaraan pameran setidaknya dikenal beberapa tujuan yaitu tujuan sosial dan kemanusiaan, tujuan komersial, dan tujuan yang berkaitan dengan pendidikan.

Sebuah kegiatan pameran yang diselenggarakan dalam lingkup terbatas (sekolah) maupun lingkup yang lebih luas (masyarakat) dapat diselenggarakan dengan harapan karya yang dipamerkan terjual dan dan hasil penjualan tersebut digunakan untuk kegiatan sosial kemanusiaan seperti disumbangkan ke panti asuhan, masyarakat tidak mampu atau korban bencana alam. Ada juga kegiatan pameran yang diselenggarakan dengan harapan karya yang dipamerkan terjual dengan keuntungan yang tinggi bagi pemilik karya atau penyelenggara pameran tersebut. Dalam konteks pembelajaran atau pendidikan seni rupa, pameran diselenggarakan dengan harapan mendapat apresiasi dan tanggapan dari pengunjung untuk meningkatkan kualitas berkarya selanjutnya.

Gambar 02. Ruang pameran seni rupa Sumber: Pameran FSI: Budi Saptoto

 

Secara khusus penyelenggaraan pameran di sekolah memiliki manfaat, untuk menumbuhkan dan menambah kemampuan kalian dalam memberi apresiasi terhadap karya orang lain serta menambah wawasan dan kemampuan dalam memberikan evaluasi karya secara lebih objektif. Berkaitan dengan organisasi penyelenggarannya, penyelenggaraan pameran di sekolah bermanfaat untuk melatih kerja kelompok (bekerjasama dengan orang lain), mempertebal pengalaman sosial, melatih untuk bertanggungjawab dan bersikap mandiri serta melatih untuk membuat suatu perencanaan kerja melaksanakan yang telah direncanakan. Jika karya yang dipamerkan diapresiasi dengan baik, kegiatan pameran juga bermanfaat membangkitkan motivasi kalian dalam berkarya seni. (Cahyono, 1994).

 Kegiatan pameran memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi antara pencipta seni (seniman) dengan pengamat seni (apresiator). Pameran seni rupa pada hakekatnya berfungsi untuk membangkitkan apresiasi seni pada masyarakat, di samping sebagai media komunikasi antara seniman dengan penonton (Wartono, 1984). Dalam konteks penyelenggaraan pameran seni rupa di sekolah, Nurhadiat (1996: 125) secara khusus menyebutkan fungsi pameran seni rupa sekolah, di antaranya: (1) Meningkatkan apresiasi seni; (2) Membangkitkan motivasi berkerya seni; (3) Penyegaran dari kejenuhan belajar di kelas; (4) Berkarya visual lewat karya seni dan (5) Belajar berorganisasi.

Rabu, 30 September 2020

Benteng Van Den Bosh - Ngawi

 Video Tourism Promotion Benteng Van Den Bosh - Ngawi

Berbagai peninggalan Kolonial Belanda masih dapat kita temukan di berbagai penjuru tanah air.  Salah satu peningalan paling fenomenal, megah, unik dan penuh misteri adalah benteng Van den Bosh di Ngawi Jawa Timur. Benteng dengan gaya khas eropa ini hingga hari ini kemegahannya masih bisa kita lihat dan rasakan langsung bagi siapapun yang mengunjunginya.  Uniknya, bagian bangunan yang dulunya sebagai ruangan kantor Gubernur Jendral Van Den Bosh, kini disulap menjadi Museum Mini. Informasi sejarah Benteng  Van Den Bosh maupun sejarah para pejuang kita dalam perang Diponegoro terekam jelas di sini. Sebagai tempat wisata seni, budaya, Sejarah dan pendidikan tentunya sangat cocok bagi kita untuk mengunjunginya.

Lihat di sini : https://youtu.be/uwYV5kwhgkU

Selasa, 11 Agustus 2020

UNSUR UNSUR SENI RUPA

Unsur Unsur Seni Rupa

Kaligrafi, Cat Minyak dan Kanvas

Unsur-Unsur Seni Rupa – Seni dibangun berasal dari beberapa unsur yang saling membentuk suatu kesatuan padu sehingga mampu dinikmati secara utuh. Unsur-unsur seni rupa merupakan unsur yang digunakan untukmewujudkan sebuah karya seni rupa yaitu sebagai berikut.


1. Titik

Unsur seni rupa yang paling basic yang melahirkan suatu bentuk berasal dari ide-ide atau inspirasi yang melahirkan garis, bentuk, atau bidang. Teknik lukisan yang manfaatkan gabungan berasal dari beraneka variasi ukuran dan warna titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.

2. Garis

Unsur seni rupa sebagai hasil berasal dari penggambungan unsur titik. Berdasarkan jenisnya, garis dibedakan berasal dari garis lurus, panjang, lengkung, pendek, vertikal, horizontal, diagonal, berombak, patah-patah, siral, putus-putus dan lain-lain.

Macam-macam garis selanjutnya dapat menyebabkan kesan-kesan khusus seperti garis lurus berkesan tegak dan keras, garis patah-patah terkesan kaku, garis lengkung berkesan lembut dan lentur, dan garis spiral berkesan lentur. Selain itu, garis termasuk menambahkan kesan watak sehingga mampu digunakan sebagai perlambaan misalnya..

  • Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan.
  • Garis halus, melengkung-melengkung berirama mengesankan kelembutan kewanitaan.
  • Garis miring, melambangkan dapat kegoncangan, gerak, tidak stabil.
  • Garis tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan atau melangmbangkan kekuasaan.

Sedangkan, berdasarkan bentuk garisnya yaitu sebagai berikut.

  • Garis nyata, ialah garis yang dihasilkan berasal dari coretan atau goresan lengkung.
  • Garis semu, yaitu garis yang muncul sebab terdapat kesan balance pada bidang, warna atau ruang.

3. Bidang

Pengembangan garis yang menghalangi suatu bentuk sehingga mampu membentuk bidang yang melingkupi berasal dari beberapa sisi. Bidang miliki segi panjang, dan lebar dengan miliki ukuran.

4. Bentuk

Unsur seni rupa berasal dari gabungan beraneka bidang. Bentuk dikelompokkan didalam 2 macam yaitu sebagai berikut.

a. Bentuk Geografis, ialah bentuk yang terdapat pengetahuan ukur seperti

  • Bentuk kubistis, contohnya kubus dan balok
  • Bentuk silindris, contohnya tabung, bola dan kerucut.

b. Bentuk Nongeometris, merupakan bentuk yang mengikuti bentuk alam, seperti hewan, manusia dan tumbuhan.

5. Ruang

Unsur seni rupa dengan dua sifat. Dalam seni rupa dua dimensi, area besifat semu namun didalam seni rupa tiga dimensi, area berbentuk nyata. Ruang termasuk digolongkan menjadi dua yaitu Ruang didalam bentuk nyata,

Seperti ruangan kamar, ruangan patung. Ruangan didalam bentuk khayalan (ilusi) seperti ruangan yang terkesan berasal dari lukisan.

6. Warna

Unsur seni rupa yang menyebabkan kesan berasal dari pantulan sinar pada mata. Warna dikelompokkan didalam beberapa macam yaitu sebagai berikut.

  • Warna Primer, adalah warna basic yang tidak diperoleh berasal dari campuran warna lain. Warna primer terdiri berasal dari warna merah, kuning dan biru.
  • Warna Sekunder, adalah warna yang dapatkan berasal dari campuran dua warna primer didalam persentase tertentu.
  • Warna Tersier, adalah warna yang didapatkan berasal dari pencampuran warna sekunder
  • Warna Analogus, adalah deretan warna yang letaknya berdampingan didalam satu lingkaran warna atau berdekatan, seperti deretan warna hijau ke warna kuning.
  • Warna Komplementer, adalah warna yang kontras dan letaknya bersebrangan yang dibentuk didalam satu lingkaran warna, jika warna merah dengan hijau, warna kuning dengan warna ungu.

7. Tekstur

Sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda pada sebuah karya seni rupa. Setiap benda miliki sifat permukaan yang berbeda. Tekstur mampu dibedakan menjadi tekstur nyata dan tekstur semu.

Tekstur nyata adalah nilai raba yang serupa antara penglihatan dan rabaan. Sedangkan teksur semu adalah kesan yang tidak serupa antara penglihatan dan perabaan.

8. Gelap Terang

Unsur yang tergantung berasal dari intensitas cahaya. Semakin besar intensitas suatu sinar maka makin lama terang, namun makin lama kecil intensitas cahaya maka menjadi makin  gelap. Dalam karya seni rupa dua dimensi, unsur gelap terang dibikin menurut gradiensi dan penentuan warna yang ada.


    Demikian delapan unsur seni rupa yang harus dipahami.


Senin, 10 Agustus 2020

MEDIA, BAHAN DAN TEKNIK BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI

 

MEDIA, BAHAN DAN TEKNIK BERKARYA

SENI RUPA 2 DIMENSI

 

A. MEDIA DAN BAHAN BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI

 

1.      Pensil
Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Jenis pensil dibedakan berdasarkan tingkat kekerasan atau kehitaman karbonnya berdasarkan kode huruf B atau H.

2.      Konte
Konte ini bertekstur halus dan berwarna sangat hitam

3.      Pastel minyak
Pastel minyak adalah media mewarnai yang dibuat dari pigmen yang disatukan dengan 
malam (lilin) dan minyak yang sulit untuk mengering.

4.      Pastel kapur
Pastel kapur ini hampir sama dengan pastel minyak hanya saja bahan penguatnya menggunakan sejenis kapur yang lembut

5.      Milipen
Drawing pen dan milipen tersedia dalam berbagai ukuran. Hasil gambar antara drawing pen dan milipen hampir sama, bedanya ujung pena drawing pen lebih lunak daripada milipen. Drawing pen dan milipen cocok untuk teknik arsir.

6.      Spidol
Spidol, tersedia dengan berbagai warna dan ukuran.Spidol berujung lunak dan bisa bergerak spontan. Tebal tipisnya garis dapat diperoleh melalui tingkat penekananspidol pada bidang kertas.

7.      Cat poster
Warna cat ini lebih cerah dibandingkan dengan cat air ataupun cat minyak

8.      Cat air
Cat ini dalam penggunaannya membutuhkan pelarut. Pelarut yang sering digunakan untuk cat ini adalah air.

9.      Cat minyak
Cat minyak dalam penggunaannya membutuhkan pelarut. Yang seperti namanya, minyak adalah pelarut yang berperan melarutkan cat ini.

10.  Tinta bak
Tinta bak atau tinta Cina, ada yang berupa cairan dan ada yang batangan, warnanya pekat, sesuai untuk membuat blog, dan cara penggunaannya dengan bantuan kuas.

11.  Kain kanvas
Kain yang berlapis cat campur lem

12.  Palet
Palet adalah tatakan/wadah untuk menaruh dan mencampur warna-warna cat.

13.  Pisau palet
Pisau palet terbuat dari aluminium tipis, fungsinya adalah untuk mencampur cat seperti layaknya kuas juga untuk membuat efek-efek goresan pada media lukis.

14.  Kuas
Kuas merupakan alat yang digunakan untuk menguas cat ke media lukis.

15.  Computer
Komputer ini berfungsi untuk teknik-teknik tertentu seperti gambar-gambar digital.

 

 B. TEKNIK BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI

 Teknik adalah suatu cara yang digunakan untuk proses pembuatan karya seni rupa.

Jenis teknik berkarya bseni rupa 2 dimensi yang biasa digunakan adalah :

1.      Teknik Linear, yaitu cara  menggambar objek dengan pola garis saja menggunakan pensil/ pena.

2.      Teknik Blok, yaitu menutup objek lukis dengan satu warna

3.      Teknik arsir, yaitu menutup objek lukis dengan pulasan garis sejajar / menyilang dengan menggunakan pensil/pena

4.      Teknik Dussel, yaitu membuat gelap terang objek lukis dengan goresan miring menggunakan pensil

5.      Teknik Pointilis, yaitu menghitamkan objke lukis dengan titik titik.

6.      Teknik Aquarel, yaitu menutup objke lukis dengan menyapukan cat cair secara tipis

7.      Teknik Plakat, yaitu melukis dengan sapuan cat minyak secara tebal

8.      Teknik Kolase, yaitu melukis dengan menempelkan potong-potongan kertas

9.      Teknik Mozaik, yaitu melukis dengan menempelkan benda-benda 3 dimensi

Teknik Menganyam, yaitu menumpang tindihkan / menyilangkan bahan menjadi karya anyaman