Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi

Suport Para guru menyaksikan pertunjukan teater

Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi

Bersama Para Kreator Seni Smanike

Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi

Adegan di depan Pos Kamling

Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi

Tim Kreatif penuh semangat

Senin, 18 Januari 2021

PAMERAN SENI RUPA


1. Konsep Dasar Pameran Seni Rupa

Pameran adalah salah satu bentuk penyajian karya seni rupa agar dapat berkomunikasi dengan pengunjung. Makna komunikasi di sini, berarti, karya-karya seni rupa yang dipajang tersaji dengan baik, sehingga para pemirsa dapat mengamatinya dengan nyaman untuk mendapatkan pengalaman estetis dan pemahaman nilainilai seni yang dipamerkan. Untuk itu, diperlukan pengetahuan manajemen tata pameran. Mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian untuk mencapai penyelenggaraan pameran yang baik.

 Pameran untuk tingkat sekolah dapat diselenggarakan setiap semester, atau paling tidak pada setiap awal tahun ajaran. Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan ide atau gagasan perupa kepada publik melalui media karya seninya. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi antaran perupa yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator. Hal ini sejalan dengan definisi yang diberikan Galeri Nasional bahwa: “Pengertian pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.” (http://www.galeri-nasional.or.id)

                                                         Gambar 01. Pameran Seni Lukis Sumber: dedoyxp.blogspot.co.id

 Penyelenggaraan pameran dalam konteks pembelajaran seni budaya bisa dilakukan baik di sekolah maupun di luar sekolah (masyarakat). Penyelenggaraan pameran di sekolah menyajikan materi pameran berupa hasil studi para siswa dari kegiatan pembelajaran kurikuler, dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada akhir semester atau akhir tahun ajaran. Sedangkan konteks pameran dalam arti luas, di masyarakat, materi pameran yang disajikan berupa berbagai jenis karya seni rupa untuk diapresiasi oleh masyarakat luas.

 

2. Tujuan, Manfaat, dan Fungsi Pameran

Sebagai makhluk yang berakal dan berbudi, setiap pekerjaan yang kita lakukan seharusnya memiliki tujuan dan manfaat yang diharapkan serta dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Dalam penyelenggaraan pameran setidaknya dikenal beberapa tujuan yaitu tujuan sosial dan kemanusiaan, tujuan komersial, dan tujuan yang berkaitan dengan pendidikan.

Sebuah kegiatan pameran yang diselenggarakan dalam lingkup terbatas (sekolah) maupun lingkup yang lebih luas (masyarakat) dapat diselenggarakan dengan harapan karya yang dipamerkan terjual dan dan hasil penjualan tersebut digunakan untuk kegiatan sosial kemanusiaan seperti disumbangkan ke panti asuhan, masyarakat tidak mampu atau korban bencana alam. Ada juga kegiatan pameran yang diselenggarakan dengan harapan karya yang dipamerkan terjual dengan keuntungan yang tinggi bagi pemilik karya atau penyelenggara pameran tersebut. Dalam konteks pembelajaran atau pendidikan seni rupa, pameran diselenggarakan dengan harapan mendapat apresiasi dan tanggapan dari pengunjung untuk meningkatkan kualitas berkarya selanjutnya.

Gambar 02. Ruang pameran seni rupa Sumber: Pameran FSI: Budi Saptoto

 

Secara khusus penyelenggaraan pameran di sekolah memiliki manfaat, untuk menumbuhkan dan menambah kemampuan kalian dalam memberi apresiasi terhadap karya orang lain serta menambah wawasan dan kemampuan dalam memberikan evaluasi karya secara lebih objektif. Berkaitan dengan organisasi penyelenggarannya, penyelenggaraan pameran di sekolah bermanfaat untuk melatih kerja kelompok (bekerjasama dengan orang lain), mempertebal pengalaman sosial, melatih untuk bertanggungjawab dan bersikap mandiri serta melatih untuk membuat suatu perencanaan kerja melaksanakan yang telah direncanakan. Jika karya yang dipamerkan diapresiasi dengan baik, kegiatan pameran juga bermanfaat membangkitkan motivasi kalian dalam berkarya seni. (Cahyono, 1994).

 Kegiatan pameran memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi antara pencipta seni (seniman) dengan pengamat seni (apresiator). Pameran seni rupa pada hakekatnya berfungsi untuk membangkitkan apresiasi seni pada masyarakat, di samping sebagai media komunikasi antara seniman dengan penonton (Wartono, 1984). Dalam konteks penyelenggaraan pameran seni rupa di sekolah, Nurhadiat (1996: 125) secara khusus menyebutkan fungsi pameran seni rupa sekolah, di antaranya: (1) Meningkatkan apresiasi seni; (2) Membangkitkan motivasi berkerya seni; (3) Penyegaran dari kejenuhan belajar di kelas; (4) Berkarya visual lewat karya seni dan (5) Belajar berorganisasi.

Rabu, 30 September 2020

Benteng Van Den Bosh - Ngawi

 Video Tourism Promotion Benteng Van Den Bosh - Ngawi

Berbagai peninggalan Kolonial Belanda masih dapat kita temukan di berbagai penjuru tanah air.  Salah satu peningalan paling fenomenal, megah, unik dan penuh misteri adalah benteng Van den Bosh di Ngawi Jawa Timur. Benteng dengan gaya khas eropa ini hingga hari ini kemegahannya masih bisa kita lihat dan rasakan langsung bagi siapapun yang mengunjunginya.  Uniknya, bagian bangunan yang dulunya sebagai ruangan kantor Gubernur Jendral Van Den Bosh, kini disulap menjadi Museum Mini. Informasi sejarah Benteng  Van Den Bosh maupun sejarah para pejuang kita dalam perang Diponegoro terekam jelas di sini. Sebagai tempat wisata seni, budaya, Sejarah dan pendidikan tentunya sangat cocok bagi kita untuk mengunjunginya.

Lihat di sini : https://youtu.be/uwYV5kwhgkU

Selasa, 11 Agustus 2020

UNSUR UNSUR SENI RUPA

Unsur Unsur Seni Rupa

Kaligrafi, Cat Minyak dan Kanvas

Unsur-Unsur Seni Rupa – Seni dibangun berasal dari beberapa unsur yang saling membentuk suatu kesatuan padu sehingga mampu dinikmati secara utuh. Unsur-unsur seni rupa merupakan unsur yang digunakan untukmewujudkan sebuah karya seni rupa yaitu sebagai berikut.


1. Titik

Unsur seni rupa yang paling basic yang melahirkan suatu bentuk berasal dari ide-ide atau inspirasi yang melahirkan garis, bentuk, atau bidang. Teknik lukisan yang manfaatkan gabungan berasal dari beraneka variasi ukuran dan warna titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.

2. Garis

Unsur seni rupa sebagai hasil berasal dari penggambungan unsur titik. Berdasarkan jenisnya, garis dibedakan berasal dari garis lurus, panjang, lengkung, pendek, vertikal, horizontal, diagonal, berombak, patah-patah, siral, putus-putus dan lain-lain.

Macam-macam garis selanjutnya dapat menyebabkan kesan-kesan khusus seperti garis lurus berkesan tegak dan keras, garis patah-patah terkesan kaku, garis lengkung berkesan lembut dan lentur, dan garis spiral berkesan lentur. Selain itu, garis termasuk menambahkan kesan watak sehingga mampu digunakan sebagai perlambaan misalnya..

  • Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan.
  • Garis halus, melengkung-melengkung berirama mengesankan kelembutan kewanitaan.
  • Garis miring, melambangkan dapat kegoncangan, gerak, tidak stabil.
  • Garis tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan atau melangmbangkan kekuasaan.

Sedangkan, berdasarkan bentuk garisnya yaitu sebagai berikut.

  • Garis nyata, ialah garis yang dihasilkan berasal dari coretan atau goresan lengkung.
  • Garis semu, yaitu garis yang muncul sebab terdapat kesan balance pada bidang, warna atau ruang.

3. Bidang

Pengembangan garis yang menghalangi suatu bentuk sehingga mampu membentuk bidang yang melingkupi berasal dari beberapa sisi. Bidang miliki segi panjang, dan lebar dengan miliki ukuran.

4. Bentuk

Unsur seni rupa berasal dari gabungan beraneka bidang. Bentuk dikelompokkan didalam 2 macam yaitu sebagai berikut.

a. Bentuk Geografis, ialah bentuk yang terdapat pengetahuan ukur seperti

  • Bentuk kubistis, contohnya kubus dan balok
  • Bentuk silindris, contohnya tabung, bola dan kerucut.

b. Bentuk Nongeometris, merupakan bentuk yang mengikuti bentuk alam, seperti hewan, manusia dan tumbuhan.

5. Ruang

Unsur seni rupa dengan dua sifat. Dalam seni rupa dua dimensi, area besifat semu namun didalam seni rupa tiga dimensi, area berbentuk nyata. Ruang termasuk digolongkan menjadi dua yaitu Ruang didalam bentuk nyata,

Seperti ruangan kamar, ruangan patung. Ruangan didalam bentuk khayalan (ilusi) seperti ruangan yang terkesan berasal dari lukisan.

6. Warna

Unsur seni rupa yang menyebabkan kesan berasal dari pantulan sinar pada mata. Warna dikelompokkan didalam beberapa macam yaitu sebagai berikut.

  • Warna Primer, adalah warna basic yang tidak diperoleh berasal dari campuran warna lain. Warna primer terdiri berasal dari warna merah, kuning dan biru.
  • Warna Sekunder, adalah warna yang dapatkan berasal dari campuran dua warna primer didalam persentase tertentu.
  • Warna Tersier, adalah warna yang didapatkan berasal dari pencampuran warna sekunder
  • Warna Analogus, adalah deretan warna yang letaknya berdampingan didalam satu lingkaran warna atau berdekatan, seperti deretan warna hijau ke warna kuning.
  • Warna Komplementer, adalah warna yang kontras dan letaknya bersebrangan yang dibentuk didalam satu lingkaran warna, jika warna merah dengan hijau, warna kuning dengan warna ungu.

7. Tekstur

Sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda pada sebuah karya seni rupa. Setiap benda miliki sifat permukaan yang berbeda. Tekstur mampu dibedakan menjadi tekstur nyata dan tekstur semu.

Tekstur nyata adalah nilai raba yang serupa antara penglihatan dan rabaan. Sedangkan teksur semu adalah kesan yang tidak serupa antara penglihatan dan perabaan.

8. Gelap Terang

Unsur yang tergantung berasal dari intensitas cahaya. Semakin besar intensitas suatu sinar maka makin lama terang, namun makin lama kecil intensitas cahaya maka menjadi makin  gelap. Dalam karya seni rupa dua dimensi, unsur gelap terang dibikin menurut gradiensi dan penentuan warna yang ada.


    Demikian delapan unsur seni rupa yang harus dipahami.


Senin, 10 Agustus 2020

MEDIA, BAHAN DAN TEKNIK BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI

 

MEDIA, BAHAN DAN TEKNIK BERKARYA

SENI RUPA 2 DIMENSI

 

A. MEDIA DAN BAHAN BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI

 

1.      Pensil
Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Jenis pensil dibedakan berdasarkan tingkat kekerasan atau kehitaman karbonnya berdasarkan kode huruf B atau H.

2.      Konte
Konte ini bertekstur halus dan berwarna sangat hitam

3.      Pastel minyak
Pastel minyak adalah media mewarnai yang dibuat dari pigmen yang disatukan dengan 
malam (lilin) dan minyak yang sulit untuk mengering.

4.      Pastel kapur
Pastel kapur ini hampir sama dengan pastel minyak hanya saja bahan penguatnya menggunakan sejenis kapur yang lembut

5.      Milipen
Drawing pen dan milipen tersedia dalam berbagai ukuran. Hasil gambar antara drawing pen dan milipen hampir sama, bedanya ujung pena drawing pen lebih lunak daripada milipen. Drawing pen dan milipen cocok untuk teknik arsir.

6.      Spidol
Spidol, tersedia dengan berbagai warna dan ukuran.Spidol berujung lunak dan bisa bergerak spontan. Tebal tipisnya garis dapat diperoleh melalui tingkat penekananspidol pada bidang kertas.

7.      Cat poster
Warna cat ini lebih cerah dibandingkan dengan cat air ataupun cat minyak

8.      Cat air
Cat ini dalam penggunaannya membutuhkan pelarut. Pelarut yang sering digunakan untuk cat ini adalah air.

9.      Cat minyak
Cat minyak dalam penggunaannya membutuhkan pelarut. Yang seperti namanya, minyak adalah pelarut yang berperan melarutkan cat ini.

10.  Tinta bak
Tinta bak atau tinta Cina, ada yang berupa cairan dan ada yang batangan, warnanya pekat, sesuai untuk membuat blog, dan cara penggunaannya dengan bantuan kuas.

11.  Kain kanvas
Kain yang berlapis cat campur lem

12.  Palet
Palet adalah tatakan/wadah untuk menaruh dan mencampur warna-warna cat.

13.  Pisau palet
Pisau palet terbuat dari aluminium tipis, fungsinya adalah untuk mencampur cat seperti layaknya kuas juga untuk membuat efek-efek goresan pada media lukis.

14.  Kuas
Kuas merupakan alat yang digunakan untuk menguas cat ke media lukis.

15.  Computer
Komputer ini berfungsi untuk teknik-teknik tertentu seperti gambar-gambar digital.

 

 B. TEKNIK BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI

 Teknik adalah suatu cara yang digunakan untuk proses pembuatan karya seni rupa.

Jenis teknik berkarya bseni rupa 2 dimensi yang biasa digunakan adalah :

1.      Teknik Linear, yaitu cara  menggambar objek dengan pola garis saja menggunakan pensil/ pena.

2.      Teknik Blok, yaitu menutup objek lukis dengan satu warna

3.      Teknik arsir, yaitu menutup objek lukis dengan pulasan garis sejajar / menyilang dengan menggunakan pensil/pena

4.      Teknik Dussel, yaitu membuat gelap terang objek lukis dengan goresan miring menggunakan pensil

5.      Teknik Pointilis, yaitu menghitamkan objke lukis dengan titik titik.

6.      Teknik Aquarel, yaitu menutup objke lukis dengan menyapukan cat cair secara tipis

7.      Teknik Plakat, yaitu melukis dengan sapuan cat minyak secara tebal

8.      Teknik Kolase, yaitu melukis dengan menempelkan potong-potongan kertas

9.      Teknik Mozaik, yaitu melukis dengan menempelkan benda-benda 3 dimensi

Teknik Menganyam, yaitu menumpang tindihkan / menyilangkan bahan menjadi karya anyaman


Selasa, 04 Agustus 2020

PRINSIP SENI RUPA

prinsip seni
Prinsip Seni Rupa.

Karya seni rupa dikatakan mempunyai nilai estetika karena pengolahan unsur yang dikandungnya. Keindahan karya seni rupa tersebut dikarenakan oleh prinsip-prinsip seni rupa yang mendukung segala bentuk karya seni rupa. Prinsip ini bisa dijadikan sebagai pedoman dalam membuat suatu karya seni, prinsip seni rupa meliputi: kesatuan (unity), keseimbangan (balance), irama (rythme), komposisi, proporsi (kesebandingan), pusat perhatian (center of interes), keselarasan (harmoni), gradasi, penekanan (kontras)

1.    Kesatuan (Unity)

Prinsip Kesatuan (Unity) adalah wadah unsur-unsur lain di dalam seni rupa sehingga unsur-unsur seni rupa saling berhubungan satu sama lain dan tidak berdiri sendiri. Sehingga unsur seni rupa akan bersatu padu dalam membangun sebuah komposisi yang indah, serasi, dan menarik. Prinsip kesatuan merupakan bahan awal komposisi karya seni.

2.    Keseimbangan (Balance)

Prinsip keseimbangan berhubungan dengan berat ringan nya suatu karya seni. Karya seni diatur agar mempunyai daya tarik yang sama di setiap sisinya. Prinsip keseimbangan ini memberikan pengaruh besar pada kesan suatu susunan unsur-unsur seni rupa. Balance bisa dibuat secara formal/simetris dan dengan informal/asimetris serta keseimbangan radial/memancar.

Terdapat 4 jenis keseimbangan, yaitu:

  • Keseimbangan Sentral (Terpusat)
  • Keseimbangan Diagonal
  • Keseimbangan Simetris
  • Keseimbangan Asimetris

3.    Irama (Rythme)

Irama atau Ryhme merupakan pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur dan terus menerus sehingga mempunyai kesan bergerak. Pengulangan ini bisa berwujud bentuk, garis, atau rupa-rupa warna. Pengulangan unsur bentuk jika diletakkan ditempat yang sama maka akan terlihat statis, berbeda dengan irama harmonis maka menghasilkan nilai estetika yang unik. Untuk itu pintar-pintar dalam melakukan variasi warna, ukuran, jarak, dan tekstur.


4.Komposisi

Prinsip seni rupa Komposisi merupakan salah satu prinsip yang menjadi dasar keindahan dari sebuah karya seni. Karena komposisi berhubungan dengan penyusunan unsur-unsur seni rupa sehingga menjadi susunan yang teratur, serasi. Sehingga menghasilkan karya seni yang bagus dan menarik sehingga dapat bertujuan untuk menampilkan ekspresi.

5.    Proporsi (Kesebandingan)

Prinsip ini bertanggung jawab membandingkan bagian satu dengan bagian lainnya sehingga terlihat selaras dan enak dipandang. Besar kecil, panjang pendek, luas sempit, tinggi rendah adalah masalah prinsip proporsi.

6.    Pusat Perhatian (Center of Interes)

Prinsip seni rupa ini disebut juga prinsip dominasi adalah usaha untuk menampilkan bagian tertentu dari karya seni rupa sehingga terlihat menonjol atau gampang nya terlihat berbeda dengan bagian yang lain di sekitarnya.


7.Keselarasan (Harmoni)

Keselarasan adalah prinsip guna menyatukan unsur yang ada di dalam seni rupa dari berbagai bentuk berbeda. Keselarasan muncul dengan adanya kesesuaian, kesamaan, dan tidak bertentangan. Keselarasan bisa dimunculkan dengan cara mengatur warna, pencahayaan, bentuk dengan rapi atau tidak terlalu mencolok satu sama lain. Tujuan prinsip harmoni ini untuk menciptakan perpaduan yang selaras.

8.    Gradasi

Gradasi merupakan susunan warna berdasarkan tingkat perpaduan berbagai warna yang digunakan di dalam karya seni secara berangsur angsur. Prinsip gradasi sering digunakan saat membuat karikatur, lukisan, mozaik, dan seni rupa 2 dimensi lain. Karena gradasi berperan menghidupkan karya seni.

9.    Penekanan (Kontras)

Kontras mengatur perbedaan dari 2 unsur yang berlawanan, perbedaan mencolok terletak di warna, bentuk, dan ukuran sehingga karya seni tidak terkesan selalu lama. Dengan prinsip seni rupa ini maka hasilnya karya seni akan terasa lebih berwarna dan menarik.



Selasa, 28 Juli 2020

KONSEP BERKARYA SENI RUPA

KONSEP BERKARYA SENI RUPA

(Konsep, unsur, prinsip,bahan  dan  teknik dalam  berkarya seni rupa)

 Konsep berkarya seni rupa adalah, Cara merealisasikan suatu konsep seni dengan mengekspresikan ide menjadi suatu karya seni.

Sifat manusia yang pada dasarnya mengagumi keindahan dan keunikan dapat memunculkan ide atau gagasan hingga menjadi karya sendi.

Perasaan sedih dan senang yang timbul karena sesuatu juga bisa menjadi inspiasi untuk menghasilkan suatu karya.

Karya seni rupa merupakan objek real yang menceritakan harapan, keinginan, dan pengalaman yang penting dalam perjalanan kehidupan manusia. Proses berkarya seni rupa bisa disimpulkan terdiri dari beberapa proses berikut.

  1. Mencari suatu ide atau gagasan untuk karya seni
  2. Menemukan dan menentukan ide atau gagasan
  3. Menuangkan atau menggambarkan ide berkarya dalam sebuah sketsa
  4. Menganalisis dan memindahkan sketsa menjadi karya seni utuh
  5. Menyajikan atau mempresentasikan karya seni

 Refleksi dari konsep berkarya ini tidak hanya untuk menghasilkan suatu benda seni yang mengandung nilai keindahan.

Aktivitas tersebut berfungsi sebagai terapi bagi pelaku karya seni itu sendiri. Hasil karyanya bisa bermanfaat untuk objek penelitian seperti mengetahui imajinasi pelukis, kehidupan emosional, intelektual, dan lain sebagainya.

Berkarya seni rupa dapat memenuhi kebutuhan emosional bagi pencipta maupun penikmatnya. Hasil karya seni rupa bisa menjadi hiburan, sarana komunikasi, dan media pendidikan.

Demikian beberapa proses dalam konsep berkarya seni rupa mulai dari awal menemukan ide hingga menghasilkan sebuah karya seni yang utuh yang bisa dinikmati dan memiliki manfaat. 

Untuk berkarya seni rupa, lakukan lima langkah proses berkarya seni tersebut. Selamat berkreasi.