Memaknai kemerdekaan di bulan Agustus, sudahkah mewakili makna merdeka yang sesungguhnya? Yaitu bisa hidup dalam kesejahteraan, tercukupi kebutuhan premier, sekunder, dan tersiernya.
Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi
Suport Para guru menyaksikan pertunjukan teater
Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi
Bersama Para Kreator Seni Smanike
Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi
Adegan di depan Pos Kamling
Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi
Tamu datang
Pentas Teater DAYOH Smanike Ngawi
Tim Kreatif penuh semangat
Senin, 05 Agustus 2024
Senin, 08 Maret 2021
PROSEDUR KRITIK KARYA SENI RUPA
![]() |
Sumber Cahaya. Koleksi pribadi 2021 |
Prosedur Kritik Karya Seni Rupa
Prosedur kritik merupakan langkah-langkah kerja kreatif dalam menanggapi karya agar menghasilkan kritik yang berkualitas dan mudah dikomunikasikan kepada orang lain, baik kepada perupa maupun penikmat seni.
Langkah-langkah secara singkat dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut, yaitu:
1). Deskripsi
Tahap awal ini, kita sebagai seorang apresiator atau kritikus seni berusaha untuk menemukan segala sesuatu yang terlihat secara visual. Kemudian mencatat atau mendeskripsikan fenomena visual tersebut.
2). Analisis Formal
Tahapan ini kita berupaya menelusuri kualitas karya berdasarkan struktur formal atau unsur pembentuknya. Untuk itu pengetahuan terhadap unsur seni rupa, prinsip seni rupa dan mediumnya, bahan maupun teknik berkarya, wajib dipahami
3). Interpretasi
Tahapan ini kita berupaya menafsirkan makna suatu karya, baik dari sisi tema, simbol. maupun masalah yang dimunculkan. Penafsiran terhadap suatu karya seni rupa dipengaruhi sudut pandang yang dilandasi pengetahuan seni yang kita miliki.
4). Evaluasi
a. Membandingkan karya yang ditanggapi dengan karya lain yang sejenis.
b. Membahas tujuan dan fungsi karya tersebut.
c. Menetapkan eksistensi karya tersebut dengan karya sebelumnya.
d. Menelaah sudut pandang karya tersebut.
Upaya yang bisa ditempuh untuk meningkatkan kualitas karya kritik seni antara lain dengan banyak membaca buku/artikel tentang seni, sering mengunjungi pameran karya seni rupa dua dimensi ataupun tiga dimensi.
KRITIK SENI RUPA
Kritik karya seni rupa pada dasarnya merupakan kegiatan menanggapi karya seni rupa dengan tujuan memahami kelebihan dan kekurangan karya tersebut.
Banyak istilah atau pengertian Konsep yang dikemukakan oleh para ahli, namun secara garis besarnya bisa kita simpulkan bahwa Konsep merupakan suatu abstraksi atau gambaran utama dalam pembentukan pengetahuan dari berbagai macam karakteristik yang mewakili sejumlah objek tentang situasi, peristiwa, dasar pemikiran, ide atau gambaran mental yang membawa arti.
Konsep kritik karya seni rupa merupakan abstraksi yang berkaitan dengan pengamatan yang dilengkapi dengan sumber inspirasi, interes seni, interes bentuk, prinsip estetik, struktur, unsur seni rupa dan gaya pribadi.
Secara garis besarnya konsep kritik seni rupa menggambarkan pengetahuan yang mewakili visual maupun makna terkandung dalam sebuah karya tersebut.
Untuk itu, dibutuhkan konsep aktivitas pengamatan kritik karya seni rupa:
Satu kritik seni rupa dapat diungkapkan dari mana sumber inspirasi sang perupa dalam berkarya. Sumber inspirasi bisa dihadirkan dari realitas internal yaitu dalam diri sang perupa sendiri, berupa harapan, cita-cita, emosi, nalar, intuisi, gairah, khayal, dsb. Sementara sumber lainnya bisa digali dari realitas eksternal yaitu interaksi perupa dengan lingkungannya, berupa keindahan alam, kemiskinan, ketidakadilan, sosok yang dibanggakan, dan lain sebagainya.
2). Interes Seni
Interes seni merupakan daya tarik atau pesona sebuah karya seni.
a. Interes pragmatis, yaitu daya tarik yang menempatkan seni sebagai instrumen pencapaian tujuan, seperti dakwah, politik, dsb
b. Interes reflektif, yaitu daya tarik yang menempatkan seni sebagai pencerminan realita dengan dunia khayal menjadi sesuatu yang ideal.
c. Interes estetis, yaitu daya tarik yang menempatkan seni sebagai nilai keindahan semata.
3). Interes Bentuk
Interes bentuk seni rupa merupakan daya tarik yang hadir dari wujud visual karya tersebut.
Terkait dengan konsep kritik karya seni rupa, terdapat 3 bentuk yang menjadi daya pesona dalam sebuah karya.
a. Bentuk figuratif, yaitu bentuk alami yangg secara visual kita kenal sehari-hari, seperti manusia, hewan, tumbuhan, pemandangan, dsb.
b. Bentuk semi figuratif, yaitu bentuk yang sudah dikreasikan atau diubah dari kenyataan sesungguhnya, bisa berbentuk deformasi, distorsi, stilasi.
c. Bentuk non figuratif, yaitu bentuk-bentuk bermakna yang tidak alamiah sebagai fantasi visual perupa.
4). Prinsip Estetik
Kritik seni rupa juga bisa menanggapi karya berdasarkan prinsip seni rupa, berupa kesatuan (unity), keseimbangan (balance), irama (ritme), penekanan (emphasis), proporsi (proportion) atau keselarasan (harmony) karya tersebut.
5). Struktur Seni Rupa
Kritik seni rupa bisa berdasar pada struktur pembentukan sebuah karya, antara lain unsur seni, prinsip seni, tema, medium (bahan, alat dan teknik) termasuk gaya sang perupa. Secara konsep kritik karya seni rupa, struktur bisa dijadikan tanggapan sebuah karya.
6). Unsur Seni Rupa
Seperti yang sudah kamu pelajari di materi sebelumnya yaitu unsur seni rupa berupa garis, raut (bidang dan bentuk), ruang, tekstur, warna atau gelap terang. Konsep kritik seni rupa juga dapat mengupas dari sisi kualitas visual karya tersebut.
7). Gaya Pribadi
Kritik seni dapat berdasarkan pada cara menuangkan ekspresi sang perupa dalam karyanya. Gaya atau aliran seni yang digeluti pada seniman bisa berupa realisme, naturalisme, ekspresionisme, impressionisme, dadaisme, ubisme, atau Abstrak (pointilisme, esensialisme, elementrisme, dsb).
Senin, 08 Februari 2021
PERSIAPAN PAMERAN SENI RUPA

Persiapan Pameran Seni Rupa Di Sekolah
Setelah menyusun perencanaan kegiatan pameran sejak menentukan tujuan hingga pembuatan proposal, maka kegiatan selanjutnya adalah mempersiapkan (pelaksanaan) pameran. Kegiatan utama dalam persiapan pameran ini menyiapkan dan memilih karya serta menyiapkan perlengkapan pameran.
1. Menyiapkan dan memilih Karya
Sesuai
dengan salah satu persyaratan pameran, keberadaan karya mutlak diperlukan.
Untuk memperoleh karya yang akan dipamerkan, kalian perlu mempersiapkan karya
yang akan dipamerkan. Kalian dapat membuat karya seni rupa yang secara khusus
diperuntukan bagi pameran yang direncanakan tersebut atau memilih dari karya
tugas yang pernah kalian buat dalam pembelajaran seni rupa pada semester yang
lalu. Sesuai dengan salah satu persyaratan pameran, keberadaan karya mutlak
diperlukan. Untuk memperoleh karya yang akan dipamerkan, kalian perlu
mempersiapkan karya yang akan dipamerkan. Kalian dapat membuat karya seni rupa
yang secara khusus diperuntukan bagi pameran yang direncanakan tersebut atau
memilih dari karya tugas yang pernah kalian buat dalam pembelajaran seni rupa
pada semester yang lalu.
Pemilihan karya yang akan dipamerkan dilakukan setelah karya terkumpul.
Proses pemilihan karya dapat dilakukan oleh guru dan siswa. Teknik pemilihan
karya dapat dilakukan berdasarkan kualitas karya (yang layak untuk dipamerkan),
jenis karya (karya dua dimensi atau tiga dimensi), ukuran, dan kriteria lain
sesuai ketentuan panitia pameran. Bahkan dalam pameran seni rupa di sekolah,
guru bisa melakukan seleksi karya dengan mempertimbangkan proporsi perwakilan
tiap kelas.
Jenis karya yang
dipamerkan ini dapat ditentukan satu jenis karya saja atau campuran dari
berbagai jenis. Penentuan jenis karya ini akan mempengaruhi perlengkapan
pameran yang harus disediakan. Sebagai contoh jika kebanyakan yang dipamerkan
adalah karya seni rupa dua dimensi maka kemungkinan besar panitia pameran harus
menyediakan tempat untuk menggantung karya-karya tersebut. Sebaliknya jika
karya yang dipamerkan kebanyakan karya seni rupa tiga dimensi, maka tempat untuk
meletakkan karya tersebut
harus mendapat perhatian lebih besar.
2.
Menyiapkan Perlengkapan Pameran
Penyelenggaraan pameran memerlukan perlengkapan (sarana dan prasarana) seperti: ruangan, display, meja, buku tamu, buku pesan dan kesan, panil (penyekat ruangan). lampu sorot, sound system, dan poster.
Contoh sketsel tempat karya 2 dimensi.
![]() |
Contoh pustek kotak tempat karya 3 dimensi |
3.
Pengaturan Tempat Sirkulasi pengunjung
Alur pengunjung dari pintu masuk hingga pintu keluar diperhitungkan sedemikian rupa, agar: Pengunjung dapat menyaksikan semua karya yang dipajang, tanpa terlewat satu pun. Artinya, jangan sampai ada bagian dari pameran yang tidak dilihat oleh pengunjung hanya karena letaknya yang tidak menguntungkan atau alur pengunjung tidak melewati area tersebut. Pemasangan karya seni mempertimbangkan agar selama pameran semua pengunjung dapat menyaksikan karya dengan nyaman, dalam jarak yang proporsional, tidak terlalu dekat, dan tidak terlalu jauh.
4.
Penyajian Karya Berdasarkan:
a. Jenis/materi:
Karya ditata berdasarkan teknik berkarya, media, tema, maupun style.
Misal:
1. Karya lukis, berdasarkan media, seperti: lukisan cat air, cat minyak, pastel, dsb
2. Karya lukis, berdasarkan tema, seperti: alam benda, potret diri, pemandangan, fantasi, abstrak, dll.
b. Fungsi:
Karya ditata menurut
fungsinya misalnya:
Pada pameran benda-benda bersejarah, karya ditata
berdasarkan fungsi setiap
benda tersebut di masa lalu, seperti: untuk upacara keagamaan, peralatan berkebun, memasak, dsb.
c. Kronologi:
Karya ditata menurut urutan
waktu.
Misal: dalam pameran
karya lukis seorang
seniman yang sudah terkenal,
lukisan ditata mulai dari karya di masa awal berkarya sampai karya terakhir. Dengan
demikian dapat dinikmati dan dipelajari nilai karya dan perkembangannya dari waktu ke waktu.
5. Pemasangan Karya Seni Rupa
Untuk pemasangan karya dua dimensi disesuaikan dengan jenis karya yang dipamerkan.
Kemungkinan yang dapat dilakukan adalah :
1) ditempel dengan lem
yang sesuai
2) ditempel dengan
isolasi satu sisi
3)
ditempel dengan isolasi dua sisi (double-tape)
4) ditempel dengan
paku, atau pines
5) digantung dengan senar
6) Dipasang pada pigura.
Hal-hal lain yang bersifat teknis disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah tempat penyelenggaraan kegiatan pameran seni rupa.
Senin, 01 Februari 2021
PANITIA PAMERAN SENI RUPA

PANITIA PAMERAN SENI RUPA DI SEKOLAH
Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pameran agar berjalan dengan lancar perlu dibuat kepanitiaan dalam sebuah organisasi kepanitiaan pameran. Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi, dan kondisi sekolah. Umumnya struktur kepanitiaan sebuah pameran terdiri dari panitian inti dan dibantu dengan seksiseksi. Penyelenggaraan pameran seni rupa sekolah akan berjalan lancar bila ada pembagian tugas kepanitian yang jelas. Hal ini dilakukan agar masing- masing orang yang terlibat dalam kepanitiaan pameran memiliki rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Secara singkat, berikut ini pembagian tugas kepanitiaan dalam pemaran seni rupa.
1. Ketua
Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang
bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran. Ketua diharapkan
dapat mencari jalan keluar untuk menyelesaikan berbagai masalah yang timbul
sejak perencanaan hingga pelaksanaan pameran. Seorang ketua seyogianya memiliki
sikap kepemimpinan yang tegas dan jujur yang disertai sifat sabar dan bijaksana
penuh rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang telah menjadi
garapannya. Dalam menjalankan tugasnya, seorang ketua harus mampu berkomunikasi
dan bekerja sama dengan berbagai pihak, yang mendukung kegiatan pameran.
2. Wakil Ketua
Tugas sebagai wakil ketua adalah pendamping ketua, bertanggung jawab
atas kepengurusan berbagai hal dan memperlancar kegiatan seksi- seksi, juga
mengganti (melaksanakan) tugas ketua, apabila ketua berhalangan. Sebagai
seorang wakil ketua, ia harus memiliki sikap tegas, jujur, sabar, serta
memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan.
3. Sekretaris
Tugas pokok sekretaris dalam suatu kegiatan
pameran atau suatu organisasi di antaranya menulis seluruh kegiatan panitia
selama penyelenggaraan pameran. Pembuatan surat-surat
pemberitahuan kepada kepala sekolah, orang tua, kepada Ka Dinas Pendidikan
setempat, apabila pergelaran tersebut akan dilangsungkan di sekolah. Sedangkan
apabila pameran tersebut akan diselenggarakan di luar sekolah, perlu ada surat
izin dan dan pemberitahuan kepada instansi pemerintah yang berwewenang. Tugas
sekretaris lainnya adalah mengarsipkan surat-surat penting tersebut dan menyusunnya
sesuai tanggal, waktu pengeluaran surat-surat tersebut secara cermat dan
teratur. Selain itu, bersama ketua, membuat laporan kegiatan sebelum, sedang
dan sesudah pergelaran berlangsung.
4. Bendahara
Seorang bendahara bertanggung jawab secara
penuh tentang penggunaan, penyimpanan, dan penerimaan uang dana yang masuk
sebagai biaya penyelenggaraan pameran. Bendahara harus juga dapat menyusun
laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dan pengelolaan keuangan selama pameran
berlangsung. Untuk itu bendahara memang harus betul-betul mereka yang memiliki
sikap yang jujur, teliti, cermat, sabar, tidak boros, dan tidak lepas rasa
tanggung jawab terhadap seluruh tugas yang dilaksanakannya. Selain susunan
panitia inti di atas, seksi-seksi pun dibentuk sebagai penunjang pelaksanaan
pameran, di antaranya:
5. Seksi Usaha.
Seksi ini berkewajiban membantu Ketua dalam
pencarian dana atau sumbangan dari berbagai pihak, untuk menutupi biaya
pameran. Beberapa usaha untuk memperoleh dana, misalnya dari iuran peserta
pameran, sumbangan dari siswa secara kolektif, sumbangan dari donatur atau para
simpatisan terhadap diselenggarakannya pameran, baik berupa uang atau barang yang
sangat diperlukan dalam penyelenggraan kegiatan
6. Seksi Publikasi dan Dokumentasi
Seksi publikasi bertugas sebagai juru penerang kepada umum melalui
berbagai media, seperti dengan surat-surat pemberitahuan, spanduk kegiatan,
pembuatan poster pameran, katalog, undangan, dan sebagainya. Apabila dalam
masalah pemberitahun tersebut ternyata memerlukan surat-surat izin dapat
berhubungan dengan sekertaris penyelenggaraan pameran. Seksi publikasi juga
bertugas untuk membuat laporan dokumentasi pameran, dengan jalan mengumpulkan
hasil pemotretan tentang kegiatan dari awal sampai selesai (berakhir),
dokumentasi pameran ini sangat penting sebagai tolok ukur dan wawasan di masa mendatang.
7. Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang
Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran bertugas mengatur tata ruang
pameran. Seksi ini selain bertugas untuk menghias ruang pameran juga bertugas
mengatur denah dan penempatan karya yang dipamerkan. Dalam penataan ruang
pameran Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran perlu memperhatikan hal-hal
sebagai berikut:
a. Pengaturan benda-benda yang dipajang tergantung
di dinding ruangan berupa lukisan, jangan sampai dicampur atau satu tempat
dengan benda-benda kerajinan lain yang dipajang di meja pameran, bila mungkin
diusahakan gelar ruangan yang terpisah.
b. Penataan benda-benda untuk mengarahkan
pengunjung agar dapat berkonsentrasi waktu menonton dan melihat berbagai barang
(karya) yang dipamerkan.
c. Pemberian hiasan dekorasi ruangan diharapkan
tidak berlebihan sehingga mengganggu penikmatan karya yang dipamerkan.
d. Pengaturan jalan masuk dalam ruang pameran
sesuai dengan keinginan karya mana yang diharapkan dilihat pertama kali dan
karya mana yang diharapkan dilihat terakhir kali.
e. Penyertaan musik dan lagu sebagai pengantar
dan pengisi suasana pameran bertujuan untuk membantu pengunjung pameran
menikmati karya yang dipamerkan. Penyertaan music pengiring yang berlebihan
dapat mengganggu pengunjung pameran sehingga tujuan apresiasi karya dapat tidak
tercapai.
8. Seksi Stand.
Seksi stand atau petugas stand adalah penjaga
pameran yang bertugas menjaga kelancaran pameran, mengatur (mengarahkan)
pengunjung mulai dari masuk sampai
ke luar dari ruang pameran.
Petugas penjaga stand diharapkan melayani para pengunjung secara ramah
dan sopan membantu memberikan informasi tentangkarya-karya yang dipamerkan.
9. Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya
Karya
yang akan dipamerkan dikumpulkan dan dipilih, dikategorikan sesuai dengan tema
pameran yang ditentukan. Seksi pengumpulan dan seleksi karya bertugas melakukan
pencataan dan pendataan karya (nama seniman, judul, tahun pembuatan, kelas, harga,
dll) serta melakukan pemilihan karya yang akan dipamerka
10. Seksi Perlengkapan
Seksi Perlengkapan memiliki tugas untuk
mengatur berbagai perlengkapan (alat dan fasilitas lain) yang penyelenggaraan
pameran. Seksi ini bekerjasama dengan seksi dekorasi dan penataan ruang
mempersiapkan tempat penyelenggaraan pameran serta berkordinasi secara khusus
dengan seksi pengumpulan dan seleksi karya dalam pengumpulan dan pemilihan
karya
11. Seksi Keamanan
Tugas seksi keamanan diataranya menjaga
ketertiban dan keamanan lokasi pameran khususnya kemanan karya-karya yang
dipamerka
12. Seksi Konsumsi
Saat pembukaan pameran umumnya disediakan kudapan atau hidangan bagi tamu undangan. Seksi Konsumsi bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi ketika pembukaan pameran tersebut. Seksi konsumsi juga bertanggung jawab menyediakan dan mengatur konsumsi dalam kegiatan kepanitian pameranSenin, 25 Januari 2021
MERENCANAKAN PAMERAN SENI RUPA
MERENCANAKAN PAMERAN SENI RUPA DI SEKOLAH
Rencana sebuah
pameran perlu dirancang
secara sistematis dan logis agar pada waktu pelaksanaannya berjalan
lancar. Tanpa perencanaan yang sistematis sebuah pameran tidak dapat berjalan
lancar sesuai dengan yang diharapkan. Pelajari tahapan umum dalam perencanaan
penyelenggaran pameran seni rupa berikut ini.
Langkah awal yang harus diperhatikan dalam menyusun program pameran adalah
menetapkan dulu tujuan pameran tersebut. Penyelenggaraan pameran dapat
saja bertujuan untuk menggalang dana yang bersifat
komersial, sosial atau kemanusiaan. Cobalah diskusikan dengan guru dan
teman kalian tujuan penyelenggaraan yang paling tepat untuk kegiatan pameran
dalam pekan seni akhir semester atau tahun ajaran yang akan datang.
Tema pameran
ditentukan setelah tujuan pameran dirumuskan. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan
dicapai, dengan adanya tema dapat memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan. Setelah rumusan tujuan dan
tema telah kita tetapkan, langkah berikutnya adalah menyusun kepanitiaan pameran
Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pameran agar
berjalan dengan lancar perlu dibuat kepanitiaan dalam sebuah organisasi
kepanitiaan pameran. Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran
disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi, dan kondisi sekolah. Umumnya
struktur kepanitiaan sebuah pameran terdiri dari panitian inti dan dibantu
dengan seksiseksi. Penyelenggaraan pameran seni rupa sekolah akan berjalan
lancar bila ada pembagian tugas kepanitian yang jelas. Hal ini dilakukan agar
masing- masing orang yang terlibat dalam kepanitiaan pameran
memiliki rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Pembagian tugas kepanitiaan dalam pameran seni rupa akan dibahas pada tampilan
berikutnya.
Penentuan waktu pameran yang diselenggarakan bersamaan
dengan pekan seni di sekolah biasanya
dilakukan saat tidak
ada kegiatan pembelajaran di kelas seperti pada akhir
semester atau tahun ajaran menjelang hingga saat pembagian raport. Hal ini
dimaksudkan agar penyelenggaraan pameran tidak mengganggu kegiatan belajar dan
dapat diikuti serta disaksikan oleh segenap warga sekolah. Penentuan
tempatnpameran disesuaikan dengan kondisi sekolah dan ukuran, jumlah
serta karakteristik karya yang dipamerkan, apakah dilakukan di kelas, di aula, gedung serba guna, di
halaman sekolah atau tempat lain diluar sekolah.
5. Menyusun Agenda Kegiatan
Penyusunan
agenda kegiatan penyelenggaraan pameran. Agenda kegiatan disusun dalam sebuah table
dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu (biasanya dalam bulan, minggu
dantanggal). Untuk lebih jelasnya, di bawah ini contoh agenda kegiatan.
Agenda kegiatan dimaksudkan untuk memberikan kejelasan waktu pelaksanaan kepada
semua fihak yang berkaitan dengan proses lain di luar sekolah.
Penyusunan proposal kegiatan sangat bermanfaat
dalam kegiatan persiapan pameran. Proposal kegiatan dapat digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran. Selain itu, proposal ini juga dapat
digunakan untuk mencari dana dari berbagai pihak (sponsorship) untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pameran. Secara
umum sistematika isi proposal biasanya mencakup latar
belakang, tema, nama kegiatan, landasan/dasar penyelenggaraan, tujuan kegiatan,
susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship, dan lain-lain.
Evaluasi :
1. Sebelum mengadakan pameran di sekolah perlu melaksanakan 6 tahapan perencanaan. Sebutkan 6 tahapan tersebut !
2. Tema pameran apakah yang sesuai dengan karya Seni Lukis yang sudah anda buat?
Senin, 18 Januari 2021
PAMERAN SENI RUPA
1.
Konsep Dasar Pameran Seni
Rupa
Pameran
adalah salah satu bentuk penyajian karya seni rupa agar dapat berkomunikasi
dengan pengunjung. Makna komunikasi di sini, berarti, karya-karya seni rupa
yang dipajang tersaji dengan baik, sehingga para pemirsa dapat mengamatinya
dengan nyaman untuk mendapatkan pengalaman estetis dan pemahaman nilainilai
seni yang dipamerkan. Untuk itu, diperlukan pengetahuan manajemen tata pameran.
Mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian
untuk mencapai penyelenggaraan pameran yang baik.
2. Tujuan,
Manfaat, dan Fungsi Pameran
Sebagai makhluk yang berakal dan berbudi, setiap pekerjaan yang kita
lakukan seharusnya memiliki tujuan dan manfaat yang diharapkan serta dilakukan
dengan penuh tanggung jawab. Dalam penyelenggaraan pameran setidaknya dikenal
beberapa tujuan yaitu tujuan sosial dan kemanusiaan, tujuan komersial, dan
tujuan yang berkaitan dengan pendidikan.
Sebuah kegiatan pameran yang diselenggarakan dalam lingkup terbatas
(sekolah) maupun lingkup
yang lebih luas (masyarakat) dapat diselenggarakan
dengan harapan karya yang dipamerkan terjual dan dan hasil penjualan tersebut
digunakan untuk kegiatan sosial kemanusiaan seperti disumbangkan ke panti
asuhan, masyarakat tidak mampu atau korban bencana
alam. Ada juga kegiatan pameran yang diselenggarakan
dengan harapan karya yang dipamerkan terjual dengan keuntungan yang tinggi bagi
pemilik karya atau penyelenggara pameran tersebut. Dalam konteks pembelajaran
atau pendidikan seni rupa, pameran diselenggarakan dengan harapan mendapat
apresiasi dan tanggapan dari pengunjung untuk meningkatkan kualitas berkarya selanjutnya.
Gambar 02. Ruang pameran seni rupa
Sumber: Pameran FSI: Budi Saptoto
Secara khusus penyelenggaraan pameran di sekolah memiliki manfaat,
untuk menumbuhkan dan menambah kemampuan kalian dalam memberi apresiasi
terhadap karya orang lain serta menambah wawasan dan kemampuan dalam memberikan evaluasi
karya secara lebih objektif. Berkaitan dengan organisasi
penyelenggarannya, penyelenggaraan pameran di sekolah bermanfaat untuk melatih
kerja kelompok (bekerjasama dengan orang lain), mempertebal pengalaman sosial,
melatih untuk bertanggungjawab dan bersikap mandiri serta melatih untuk membuat
suatu perencanaan kerja melaksanakan yang telah direncanakan. Jika karya yang
dipamerkan diapresiasi dengan baik,
kegiatan pameran juga bermanfaat membangkitkan motivasi kalian dalam berkarya
seni. (Cahyono, 1994).
Kegiatan pameran memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi antara pencipta seni (seniman) dengan pengamat seni (apresiator). Pameran seni rupa pada hakekatnya berfungsi untuk membangkitkan apresiasi seni pada masyarakat, di samping sebagai media komunikasi antara seniman dengan penonton (Wartono, 1984). Dalam konteks penyelenggaraan pameran seni rupa di sekolah, Nurhadiat (1996: 125) secara khusus menyebutkan fungsi pameran seni rupa sekolah, di antaranya: (1) Meningkatkan apresiasi seni; (2) Membangkitkan motivasi berkerya seni; (3) Penyegaran dari kejenuhan belajar di kelas; (4) Berkarya visual lewat karya seni dan (5) Belajar berorganisasi.